| Target Apa Yang Kau Cari Teman ? |
|
|
|
| Ditulis oleh Yus Deka |
|
Bulan puasa seperti tahun-tahun yang lalu datanglah sudah. Bagi teman-teman yang berbahagia dan berpuasa, kita telah terlalu sering memang mendengarkan kuliah dan ungkapan-ungkapan bahwa puasa adalah untuk mendapatkan ketaqwaan, bahwa puasa adalah untuk mendapatkan 'idul fitri, bahwa puasa adalah untuk membersihkan diri kita dari dosa, bahwa puasa adalah untuk untuk Tuhan, dan sebagainya....!. Tapi cobalah perhatikan agak sejenak apa yang kita hasilkan dari puasa ke puasa. Sudah adakah pada diri kita ciri-ciri apa yang dikuliahkan kepada kita selama ini...?. Kalau belum atau paling tidak belum mantap gitu..., maka tidak ada salahnya, bagi yang mau, untuk mulai mematok sebuah target yang akan kita capai selama bulan puasa yang telah menyapa kita ini. Target itu jangan hanya sekedar kita tamat baca Al Qur'an selama Ramadhan. Jangan pula hanya sekedar kita telah ikut shalat taraweh berbilang kali. Jangan juga hanya sekedar kita telah ikut i'tikaf di masjid selama beberapa hari. Dan jangan juga hanya sekedar kita telah menahan lapar dan haus selama 30 hari. Kalau hanya sekedar seperti ini, maka sejak zaman SD dulupun semua itu telah kita lakukan. Tapi puasa itu ternyata mempunyai tujuan yang lebih mulia dari rutinitas di atas yang itu ke itu saja yang telah kita praktekkan selama ini. Pada puasa itu ada sebuah proses untuk MERAHMATI NAFS (diri kita). Karena mata yang tidak dirahmati Allah akan membawa kita kepada pandangan yang kurang ajar. Telinga yang tidak dirahmati Allah akan membawa kita untuk mendengarkan hal-hal yang tidak baik. Perut yang tidak dirahmati Allah akan mendorong kita kepada memakan apa saja dengan cara apa saja. Otak yang tidak dirahmati akan menarik-narik dan mendorong kita ke sana sini tak tentu arah. Sulbi yang tidak dirahmati Allah akan mendorong kita kearah kemasiatan demi kemaksiatan. Akan tetapi NAFS yang dirahmati, akan menjadikan :
Pada puasa itu juga ada sebuah proses agar kita bisa BERADA DI ATAS NAFS itu. Sehingga kita bisa membalik keadaan dari keadaan semula dimana Nafs yang mengendalikan kita menjadi sebaliknya kita yang mengendalikan Nafs itu. Dan yang mampu mengendalikan NAFS itu hanyalah AR RUH. Maka salah satu buah dari puasa adalah bagaimana agar kita sadar dan ingat dari waktu kewaktu bahwa kita ini hakikinya adalah SANG KUSIR terhadap AN NAFS. Jadi…, bagaimana caranya agar buah dari puasa ini adalah agar kita mampu berada dalam kesadaran bahwa kita ini ternyata adalah AR RUH, yang suci, yang fitri, yang bening, yang tidak bergolak, yang selalu bersandar kepada Allah. Karena tiada lagi tempat bersandar dan bergantung ar-ruh ini kecuali hanya kepada Allah. Karena “Aku adalah milik Allah dan kepada Allah lah aku mengembalikan kesadaranku. Lalu target apa yang kau cari teman…??. Wass Deka |
| LAST_UPDATED2 |
copyright2009@ www.shalatcenterjabar.org
Jl. Turangga Timur No.6 Telp:022.7312993 Fax:022.7312443
Bandung - Jawa Barat